Senin, 31 Agustus 2026

SMA Muhammadiyah 2 Singaraja Raih Prestasi di PENTAS PAI Kabupaten 2026

SMA Muhammadiyah 2 Singaraja Raih Prestasi di PENTAS PAI Kabupaten 2026

Sorot Jendela

SMA Muhammadiyah 2 Singaraja mengirimkan enam siswa untuk mengikuti ajang PENTAS PAI Kabupaten 2026 pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Keenam siswa tersebut mengikuti berbagai kategori perlombaan dalam ajang Pendidikan Agama Islam tingkat Kabupaten Buleleng.

Yasir berhasil meraih juara 1 dalam kategori Adzan, sedangkan Ardiansyah meraih juara 3 dalam kategori Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Keduanya berhasil menjadi perwakilan sekolah yang meraih penghargaan dalam ajang tersebut.

PENTAS PAI merupakan ajang perlombaan di bidang Pendidikan Agama Islam yang mempertemukan siswa dari berbagai sekolah. Dalam pelaksanaannya, para peserta mengikuti sejumlah cabang lomba sesuai dengan kategori yang diperlombakan.

Keikutsertaan enam siswa SMA Muhammadiyah 2 Singaraja dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan di luar pembelajaran kelas.

Dua penghargaan yang diraih Yasir dan Ardiansyah melengkapi keikutsertaan SMA Muhammadiyah 2 Singaraja dalam PENTAS PAI Kabuaten 2026.

Minggu, 23 Agustus 2026

Dukung Pelestarian Budaya, Siswa SMA Muhammadiyah 2 Singaraja Kunjungi Buleleng Festival 2026

Dukung Pelestarian Budaya, Siswa SMA Muhammadiyah 2 Singaraja Kunjungi Buleleng Festival 2026

Ahmad Ferdian

 



SINGARAJA - Seluruh siswa SMA Muhammadiyah 2 Singaraja menggelar kegiatan kunjungan edukatif ke Buleleng Festival (Bulfest) 2026 yang berlangsung di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,  yang biasa dikenal sebagai titik 0 (nol) kota Singaraja. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan kebudayaan sekaligus mengenalkan potensi ekonomi kreatif daerah kepada siswa secara langsung.

Mengusung panggung apresiasi seni, inovasi, serta pemberdayaan UMKM lokal, Bulfest 2026 menjadi sarana pembelajaran luar kelas (outdoor learning) yang nyata bagi para siswa. Kehadiran siswa SMA Muhammadiyah 2 Singaraja dimanfaatkan untuk mengamati berbagai sajian seni budaya, pameran digital, hingga pameran produk ekonomi kreatif. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk memberikan pembelajaran secara langsung, tidak hanya sebatas teori di kelas saja.

Selama berada di Bulfest, para siswa mengunjungi beberapa zona pameran, mulai dari Buleleng Digital Expo, kuliner khas Buleleng, hingga stand dari berbagai Instandi dan sekolah yang ada di Buleleng. Tak sekadar berkunjung, para siswa juga ditugaskan untuk menyusun laporan perjalanan (study report) secara individu sebagai bentuk refleksi dari hasil pengamatan mereka di lapangan.


Rangkaian kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi laporan pada Senin, 24 Agustus 2026. Dalam sesi tersebut, setiap kelas diwakili oleh tiga orang siswa untuk memaparkan hasil pengamatan serta gagasan mereka di hadapan guru dan rekan-rekannya. Seluruh siswa menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi saat menyampaikan temuan mereka. Kendati demikian, karena keterbatasan waktu, tidak seluruh perwakilan siswa mendapat kesempatan untuk tampil mempresentasikan laporannya secara lisan. Meski begitu, seluruh siswa tetap mengumpulkan laporan tertulis mereka kepada pihak sekolah. Atas kerja keras dan partisipasi aktif tersebut, sekolah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh siswa.

Melalui rangkaian kegiatan kunjungan hingga penyusunan laporan ini, diharapkan siswa SMA Muhammadiyah 2 Singaraja tidak hanya memetik nilai-nilai kreativitas dan kewirausahaan, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis serta komunikasi dalam menyampaikan gagasan. (Ferdian)


Rabu, 24 Juni 2026

SMA Muhammadiyah 2 SIngaraja Melaksanakan Review Kurikulum dan Workshop Pemjaminan Mutu Internal

SMA Muhammadiyah 2 SIngaraja Melaksanakan Review Kurikulum dan Workshop Pemjaminan Mutu Internal

Sorot Jendela

 Singaraja, 24 JuniSMA Muhammadiyah 2 Singaraja menyelenggarakan kagiatan review kurikulum dan workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal(SPMI) selama dua hari dari tanggal 23-24 Juni 2026. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempersiapkan Tahun Ajaran 2026/2027 sekaligus memperkuat budaya dan mutu sekolah.

dokumentasi hari pertama

Kegiatan review kurikulum yang juga dihadiri oleh ketua majelis dikdasmen ini diikuti oleh kepala sekolah, tenaga pendidik, dan seluruh guru di lingkungan SMA. Melalui forum ini, peserta melakukan evaluasi terhadap kurikulum yang telah diterapkan serta merumuskan berbagai strategi peningkatan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan.

Selain review kurikulum, peserta juga mengikuti workshop mengenai Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga sekolah dalam melaksanakan siklus penjaminan mutu secara berkelanjutan, mulai dari pemetaan mutu, perencanaan program, pelaksanaan, evaluasi, hingga tindak lanjut perbaikan.

dokumentasi hari kedua

Melalui kegiatan Review Kurikulum dan Workshop SPMI ini, SMA Muhammadiyah 2 Singaraja menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang unggul, berkarakter, serta berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan.  Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan program pendidikan yang lebih relevan, adaptif, dan berkualitas sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta perkembangan dunia pendidikan.

Kamis, 18 Juni 2026

SMA Muhammadiyah Ikuti Olimpiade Sains Nasional(OSN) Tahun 2026

SMA Muhammadiyah Ikuti Olimpiade Sains Nasional(OSN) Tahun 2026

Sorot Jendela

 



Singaraja, Juni 2026- SMA Muhamdiyah 2 Singaraja kembali menunjukan dukungan untuk prestasi akademik siswa dengan mengirimkan 13 siswa dalam Olimpiade Sains Nasional(OSN) tingkat kabupaten tahun 2026. Para siswa akan mewakili beberapa bidang antara lain, Biologi, Geografi, Kimia, dan Ekonomi.

Seluruh peserta telah menempuh proses pembinaan dan pendampingan bersama guru pembimbing masing-masing bidang . Serangkaian persiapan telah dilaksanakan guna mengoptimalkan kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan dan soal sains yang menuntut analisis mendalam.

Pada bidang Biologi, SMA Muhammadiyah 2 Singaraja diwakili oleh Nafisa Zahira, Rachmania Aydin, Sahara Faris, dan Rachel Leolita. Sementara di bidang Geografi diwakili oleh Aminah, Ayuz Tina, dan M. Restu.

Untuk bidang Kimia sekolah mengirim Keisya Fahira, Fakhri Afgan, dan Ahmad Iqbal. Sedangkan pada bidang Ekonomi diwakili oleh Zubaidah NAcia, Nindiya Indah, dan Dhea Ayu.

Melalui paertisipasi dalam Olimpiade Sains Nasional tahun 2026, SMA Muhammadiyah diharapkan dapat terus menumbuhkan semangay berprestasi dan menciptakan generasi yang unggul dan berkarakter.

Senin, 25 Mei 2026

SMA Muhammadiyah 2 Singaraja Catat Kelulusan 100 Persen di Jalur SNBP 2026

SMA Muhammadiyah 2 Singaraja Catat Kelulusan 100 Persen di Jalur SNBP 2026

SMAMUDARAJA


SINGARAJA– Kabar membanggakan datang dari SMA Muhammadiyah 2 Singaraja. SMA Muhammadiyah 2 Singaraja berhasil mencatatkan kelulusan 100 persen siswa pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026. 

Sebanyak enam siswa dinyatakan lolos SNBP ke berbagai program studi di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Mereka adalah Cintania Adhelia Mulyanto Putri dan Ahmad Alfin Azmi yang diterima di Program Studi Biologi, Birra Ikrima di Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Muhammad Ilham Hanantara di Ilmu Hukum, Rizky Eka Pratama di Manajemen, serta Dimas di Program Studi Kimia

Tak hanya pada jalur prestasi, siswa SMA Muhammadiyah 2 Singaraja juga menunjukkan capaian positif pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Beberapa siswa berhasil diterima di perguruan tinggi negeri maupun vokasi ternama.

Yulli Kartika Sari diterima di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Denpasar pada Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis. Sementara Putri Na’ilah Fatin diterima di Undiksha pada Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Dua siswa lainnya, Akbar Nafis Aslam dan Rifky Ramadhan Hayatuddin, sama-sama lolos ke Program Studi Manajemen dan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi di Undiksha. Selain itu, Muhammad Rifki diterima di Marcopolo Bali pada Program Food and Beverage Service.

Keberhasilan ini menjadi bukti konsistensi sekolah dalam mendampingi siswa menuju pendidikan tinggi. Pihak sekolah juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pembinaan akademik dan pendampingan karier bagi peserta didik.

Prestasi para siswa ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak dan menjadi motivasi bagi adik kelas untuk terus berusaha meraih kampus impian mereka.


Kamis, 14 Mei 2026

[INFO] Pelaksanaan Sumatif Akhir Tahun Ajaran 2025-2026

[INFO] Pelaksanaan Sumatif Akhir Tahun Ajaran 2025-2026

Ahmad Ferdian

 


ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Berikut informasi pelaksanaan kegiatan Sumatif Akhir Tahun (SAT) Ajaran 2025-2026 yang terdiri dari, Jadwal Mapel, Jadwal Pengawas, Ruang Denah Ujian. Kegiatan SAS dilaksanakan selama 5 hari (18-22 Mei 2026)

Jadwal dan Pengawas SAS

Denah Ruangan 

Demikian Informasi ini disampaikan, selamat belajar, semoga Sukses

TTD

Panitia SAT 25-26




Minggu, 03 Mei 2026

Pengumuman Kelulusan Siswa TA 2025-2026

Pengumuman Kelulusan Siswa TA 2025-2026

Ahmad Ferdian

 Assalamuakaikum wr. wb...

Bismillaahirrohmanirohim...

Atas berkat Rahmat Allah SWT dan berdasarkan hasil Rapat Dewan Guru SMA Muhammadiyah 2 Singaraja, dengan beberapa pertimbangan seperti pencapaian nilai Semester 1-6 seluruh mata pelajaran, kehadiran dan sikap peserta didik, dengan ini menyatakan bahwa seluruh peserta didik Kelas XII SMA Muhammadiyah 2 Singaraja Tahun Ajaran 2025/2026 dinyatakan LULUS. (berdasarkan SK Kepala Sekolah terlampir)

SK Kelulusan Siswa TA 2025/2026

Siswa dapat mengambil surat keterangan LULUS di ruang tata usaha (TU) setelah menyelesaiakan administrasi sekolah, terkait pengambilan Ijazah akan diinformasikan lebih lanjut.

Mengetahui,
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Singaraja

TTD

Drs. Sarwanto, MT


Sabtu, 28 Maret 2026

[INFO] Pelaksanaan Ujian Sekolah Tahun Ajaran 2025-2026

[INFO] Pelaksanaan Ujian Sekolah Tahun Ajaran 2025-2026

Ahmad Ferdian

 



 

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Berikut informasi pelaksanaan kegiatan Ujian Sekolah (US) ajaran 2025-2026 yang terdiri dari, Jadwal Mapel, Jadwal Pengawas, dan Pembagian sesi Ujian. Kegiatan US dilaksanakan selama 8 hari (10 Maret - 19 Maret 2025)

Download PDF

1. Jadwal Mapel

2. Jadwal Pengawas

3. Pembagian sesi Ujian

Ttd

PANITIA UJIAN SEKOLAH 2026









Kamis, 26 Februari 2026

SMA Muhammadiyah 2 Singaraja Gelar Lomba Mesatua dan Baca Puisi Bahasa Bali, Perdana dalam Peringatan Bulan Bahasa Bali 2026

SMA Muhammadiyah 2 Singaraja Gelar Lomba Mesatua dan Baca Puisi Bahasa Bali, Perdana dalam Peringatan Bulan Bahasa Bali 2026

SMAMUDARAJA

Jumat(27/2) SMA Muhammadiyah 2 Singaraja untuk pertama kalinya menggelar perlombaan berbahasa daerah yang melibatkan seluruh siswa. Kegiatan ini menjadi langkah awal sekolah dalam melestarikan bahasa dan sastra Bali di lingkungan pendidikan.

Adapun dua cabang lomba yang diselenggarakan, yaitu mesatua (mendongeng) dan lomba baca puisi Bahasa Bali. Kedua cabang tersebut diikuti siswa-siswi yang membawakan cerita rakyat dan puisi Bali dengan gaya khas masing-masing. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk menggali keindahan bahasa dan budaya Bali.


Persiapan yang terbilang singkat membuat pelaksanaan kegiatan berlangsung secara sederhana. Namun demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangat siswa dan makna peringatan Bulan Bahasa Bali sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian bahasa dan sastra daerah.

Melalui momentum ini, SMA Muhammadiyah 2 Singaraja menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan formal, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai budaya. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan menginspirasi sekolah lain untuk melakukan hal serupa.

Minggu, 25 Januari 2026

Satu Hari, Dua Kategori, Empat Nama, Banyak Cerita

Satu Hari, Dua Kategori, Empat Nama, Banyak Cerita

SMAMUDARAJA


SMAMUDARAJA, Singaraja -  SMA Muhammadiyah 2 Singaraja kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang keagamaan. Dalam ajang  Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kecamatan Buleleng, Sabtu, 24 Januari 2026. Festival dan perlombaan seni Al-Qur’an tingkat nasional hingga internasional di Indonesia digelar untuk mengagungkan Al-Qur’an, memperkuat keimanan, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan. Kegiatan ini melombakan berbagai cabang, mulai dari tilawah, hifdzil, syarhil, hingga kaligrafi.

Dalam ajang tersebut, siswa SMA Muhammadiyah 2 Singaraja berhasil meraih  juara dalam dua kategori perlombaan membuktikan kualitas dan daya saing. Adapun perolehan prestasi siswa SMA Muhammadiyah 2 Singaraja, antara lain:

  1. Aminah (Juara 1 Lomba Syarhil)
  2. Keisya Fahira  (Juara 1 Lomba Syarhil)
  3. Nafisa Zahira  (Juara 1 Lomba Syarhil)
  4. Nesa Nur Aziz ( Juara 2 Lomba Tartil Putri)

Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras para siswa, bimbingan guru pembimbing, serta dukungan penuh dari pihak sekolah dan orang tua. Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa SMA Muhammadiyah 2 Singaraja terus berkomitmen dalam mengembangkan potensi peserta didik, khususnya di bidang keagamaan dan karakter.

Apresiasi pun disampaikan oleh keluarga besar SMA Muhammadiyah 2 Singaraja kepada seluruh siswa berprestasi yang telah mengharumkan nama sekolah dalam ajang MTQ tingkat kecamatan. Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi, mengasah bakat, serta berani tampil dan berkompetisi secara positif.

Minggu, 14 Desember 2025

Saat Ilmu Bertemu Aksi – Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja SMAS Muhammadiyah 2 Singaraja

Saat Ilmu Bertemu Aksi – Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja SMAS Muhammadiyah 2 Singaraja

Sorot Jendela

 

(Bersama Guru Pendamping Ekstrakurikuler, Mahasiswa Asistensi Mengajar & Anggota PMR)

    Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SMAS Muhammadiyah 2 Singaraja merupakan salah satu program pembinaan yang bertujuan untuk mengembangkan karakter peserta didik melalui kegiatan kemanusiaan, keterampilan pertolongan pertama, kedisiplinan, serta pembiasaan sikap tanggap dalam menghadapi berbagai situasi darurat. Adanya ekstrakurikuler PMR di sekolah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar teori dasar mengenai kesehatan, mitigasi bencana maupun pertolongan pertama, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung. PMR ini juga menjadi wadah bagi peserta didik untuk belajar keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan, seperti menolong teman yang sakit, menangani luka ringan, dan memberikan bantuan pertama ketika terjadi kecelakaan kecil. Kegiatan ini juga membantu siswa membangun karakter disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dengan orang lain.

            Kegiatan PMR di sekolah dilakukan secara rutin dan teratur. Pada setiap pertemuan, siswa mendapatkan materi tentang dasar-dasar seperti contohnya pertolongan pertama. Materi tersebut kemudian dilanjutkan dengan latihan praktik, seperti cara membalut luka, menggunakan mitela untuk membantu patah tulang ringan, serta simulasi menangani korban pingsan. Siswa juga dilatih cara memeriksa kondisi korban, seperti cek napas, denyut nadi, dan tingkat kesadaran. Dengan cara belajar langsung sambil praktik, siswa menjadi lebih mudah memahami materi dan berani mencoba.

            Selain latihan, anggota PMR juga memiliki tugas piket di UKS setiap hari Senin saat upacara bendera. Pada kegiatan ini, dua atau tiga anggota PMR berjaga untuk membantu siswa lain yang merasa pusing, lemas, atau pingsan selama upacara. Tugas ini menjadi pengalaman nyata bagi anggota PMR untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang sudah dipelajari. Sedangkan untuk hari Selasa sampai Jumat tetap berjalan piket menjaga UKS dengan agenda mengecek kelengkapan obat – obatan dan memberikan perawatan sederhana kepada teman yang sakit di UKS misalnya, memberikan minyak kayu putih ketika siswa merasa mual atau kembung atau menyiapkan air hangat untuk membantu meredakan rasa sakit. Melalui rutinitas ini, sebagai anggota PMR mereka dapat belajar menghadapi berbagai kondisi nyata di lingkungan sekolah, sehingga pengalaman mereka tidak hanya sebatas teori atau simulasi. Mereka menjadi lebih peka terhadap kondisi orang lain, terbiasa bekerja dengan tenang dalam situasi yang membutuhkan penanganan cepat, dan mampu menerapkan langkah pertolongan pertama sesuai prosedur. Piket UKS ini memberikan kesempatan bagi anggota untuk belajar secara langsung, membangun rasa percaya diri, dan memperkuat kemampuan komunikasi ketika berinteraksi dengan siswa lain, guru dan staf disana. Dengan demikian, kegiatan piket ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran yang memperkuat keterampilan anggota PMR secara menyeluruh.



(Dokumentasi Pendampingan Ekstrakurikuler)


        Saat pihak sekolah menerima Mahasiswa Asistensi Mengajar, semua Mahasiswa Asistensi Mengajar mendapatkan tugas untuk mendampingi ekstrakurikuler dan penulis sendiri mendapatkan tugas untuk mendampingi ektrakurikuler PMR. Pendampingan ini berupa pendampingan praktik penggunaan mitela, pendampingan pertolongan pertama maupun praktik mitigasi bencana dan juga evaluasi peserta didik saat praktik. Namun dalam pendampingan ini tentunya tetap ada guru pendamping ekstrakurikuler PMR yaitu Ibu Siti Khadijah Sabibi, S.Pd, sedangkan untuk Mahasiswa Asistensi Mengajar yaitu Wika Yosepha dari Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Ni Ketut Alit Ariana Utami dari Program Studi Pendidikan Sejarah.

(Dokumentasi Praktik Mitigasi Bencana)

            Salah satu program Mahasiswa Asistensi Mengajar yang secara tidak langsung berkolaborasi dengan anggota PMR sekolah ini yaitu kegiatan sosialisasi mitigasi bencana yang dilaksanakan pada Kamis, 13 November 2025 dengan menghadirkan pihak BPBD Kab. Buleleng sebagai Narasumber. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa tentang langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana seperti gempa. Dalam kegiatan ini, siswa belajar cara bersikap tenang, mengikuti prosedur evakuasi, serta melakukan tindakan penyelamatan diri dengan benar. Bagi anggota PMR, kegiatan ini juga membantu memperkuat pengetahuan tentang peran mereka sebagai tim yang ikut membantu evakuasi dan memberikan pertolongan pertama saat terjadi keadaan darurat di lingkungan sekolah. Melalui sosialisasi ini, siswa menjadi lebih siap, peduli, dan sadar akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

            Walaupun kegiatan PMR berjalan cukup baik, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi. Salah satu kendala yang sering muncul adalah kurangnya alat latihan, seperti spalk dan peralatan medis lainnya. Karena fasilitas masih terbatas, beberapa latihan dilakukan menggunakan alat sederhana seperti mitela. Selain itu, jadwal latihan terkadang berubah karena harus menyesuaikan kegiatan sekolah dan jadwal siswa lainnya. Hal ini menyebabkan sebagian anggota belum bisa hadir secara konsisten dalam setiap latihan. Meskipun begitu, semangat siswa untuk mengikuti PMR tetap tinggi. Banyak di antara mereka yang semakin percaya diri saat melakukan praktik pertolongan pertama dan merasa terbiasa saat bertugas di UKS. Perubahan sikap siswa juga mulai terlihat, seperti menjadi lebih peduli dengan kondisi teman dan lingkungan sekitar. Selain itu, rasa kebersamaan dan solidaritas antaranggota semakin kuat karena sering berlatih dan bertugas bersama.

            Secara keseluruhan, kegiatan PMR di SMAS Muhammadiyah 2 Singaraja memberikan dampak positif bagi siswa. Mereka tidak hanya belajar teori kesehatan, tetapi juga belajar bagaimana menerapkan keterampilan tersebut dalam kehidupan nyata. PMR menjadi tempat untuk melatih kerjasama, kepemimpinan, empati, kedisiplinan, dan keberanian dalam mengambil tindakan. Harapannya, kegiatan ini dapat terus berkembang dengan dukungan fasilitas yang memadai serta pembina yang aktif, sehingga PMR dapat menjadi ekstrakurikuler yang memberi manfaat besar bagi siswa dan lingkungan sekolah.

Penulis: Wika Yosepha

Mahasiswa Asistensi Mengajar Universitas Pendidikan Ganesha

Jumat, 12 Desember 2025

Siswa Unjuk Kemampuan Olah Vokal dan Ekspresi Lewat Lomba Baca Puisi dalam Rangka Bulan Bahasa Tahun 2025

Siswa Unjuk Kemampuan Olah Vokal dan Ekspresi Lewat Lomba Baca Puisi dalam Rangka Bulan Bahasa Tahun 2025

Sorot Jendela

 

Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa pada Oktober 2025, Mahasiswa Asistensi Mengajar dari Universitas Pendidikan Ganesha berkolaborasi dengan SMAS Muhammadiyah 2 Singaraja untuk menyelenggarakan serangkaian lomba untuk memeriahkan Bulan Bahasa tersebut. Bulan Bahasa merupakan sebuah peringatan yang dilaksanakan setiap bulan Oktober sebagai wujud menghargai dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia.

Salah satu cabang lomba yang mengutamakan olah vokal dan ekspresi siswa dalam Bulan Bahasa adalah Lomba Baca Puisi. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja Pengembangan Implementasi Program Strategis (PIPS) yang berkaitan dengan literasi baca tulis. Lomba ini dirancang dengan tujuan meningkatkan minat siswa terhadap karya sastra Indonesia yang indah dan penuh makna. Serangkaian lomba ini dimulai dari pendaftaran peserta (15-27 Oktober 2025), pelaksanaan technical meeting (28 Oktober), pelaksanaan lomba (30 Oktober 2025), dan pengumuman pemenang pada puncak acara (31 Oktober 2025). Serangkaian kegiatan ini sepenuhnya dilaksanakan di SMAS Muhammadiyah 2 Singaraja.


Lomba ini diikuti oleh 2 siswa setiap kelasnya, sehingga total peserta adalah 6 siswa. Puisi yang dibacakan sudah ditentukan oleh mahasiswa, yaitu puisi dengan judul “Melawan Lupa Untuk Pemuda” karya Destin Juang Bagustin. Puisi ini dipilih karena di bulan yang sama, kita memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2025. Setiap peserta akan membacakan puisi yang sama sehingga mempermudah juri melakukan penilaian. Juri dalam lomba ini melibatkan Ibu Nazila Al-Khatib, S.Pd. selaku Guru Bahasa Indonesia dan Ni Wayan Karunia Wedani selaku Mahasiswa Undiksha yang tentunya memiliki pengalaman mumpuni dalam baca puisi. Ajang lomba baca puisi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha mampu bekerja sama dengan Sekolah Mitra yaitu SMAS Muhammadiyah 2 Singaraja dalam kegiatan non-mengajar.


Para peserta menampilkan bakat mereka dengan sangat memukau, terlihat dari vokal dan ekspresi mereka yang sangat menjiwai. Puisi dengan tema pahlawan tersebut dibacakan dengan semangat membara dan berkesan bagi pendengarnya sehingga patut diapresiasi. Tak heran, para peserta sudah mempersiapkan diri dengan baik, menggunakan properti pendukung, hingga gestur tubuh yang memukau. Pemenang dalam lomba ini diraih oleh Mutia Dewi dari Kelas XII dengan vokal yang bulat dan ekspresinya yang mampu menghanyutkan hati. Semoga lomba ini menjadi langkah awal bagi para siswa untuk berekspresi lewat karya sastra.



Oleh: Sri Lusiana Br. Lumban Tobing

(Mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi, Universitas Pendidikan Ganesha)


Kamis, 11 Desember 2025

Serunya Belajar Sosiologi dengan Kuis Roda Putar: Belajar Sambil Bermain

Serunya Belajar Sosiologi dengan Kuis Roda Putar: Belajar Sambil Bermain

Sorot Jendela

 



                      

Pembelajaran Sosiologi sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang penuh teori, konsep, dan istilah sehingga membuat siswa merasa cepat jenuh dan bosan (Devi, dkk. 2019). Terlebih lagi, banyaknya teori yang harus dihafal kerap membuat mereka merasa pusing tujuh keliling dalam memahami berbagai konsep sosiologi. Namun, melalui penggunaan media pembelajaran yang tepat, materi yang kompleks seperti penelitian sosial sebenarnya dapat dipelajari dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan bermakna. Salah satu media interaktif yang terbukti efektif adalah kuis roda putar (spin wheel) berbasis Wordwall. Media ini tidak hanya membuat pembelajaran terasa seperti permainan, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kritis, aktif, dan berkompetisi secara positif.

Penggunaan kuis roda putar dalam pembelajaran materi penelitian sosial memberikan pengalaman belajar yang lebih hidup karena seluruh siswa kels X di SMAS Muhammadiyah 2 Singaraja terlibat langsung dalam proses tanya jawab yang interaktif. Ketika roda diputar, siswa merasakan antusiasme dan rasa penasaran terhadap pertanyaan apa yang akan muncul. Suasana kelas menjadi lebih menyenangkan, terlebih ketika siswa saling berebut untuk menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat. Kondisi ini mampu meningkatkan fokus dan memotivasi mereka untuk memahami materi, mulai dari langkah-langkah penelitian sosial, konsep etika penelitian, teknik pengumpulan data, hingga perbedaan antara data primer dan sekunder. Berbeda dengan menggunakan pendekatan metode ceramah yang cenderung pasif. Kuis roda putar memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif dan menunjukkan pemahaman mereka secara langsung.

Tidak hanya itu, media ini juga mampu menumbuhkan rasa percaya diri siswa kelas X. Mereka yang biasanya malu-malu atau ragu berbicara di depan kelas menjadi lebih berani karena suasana permainan membuat mereka proses menjawab kuis terasa lebih santai dan menyenangkan. Selain itu, semangat kompetisi yang sehat muncul ketika mereka berusaha menjadi yang tercepat atau yang paling tepat dalam memberikan jawaban. Perlahan-lahan, sikap aktif ini membentuk kebiasaan belajar yang lebih baik dan mendorong pemahaman materi yang sudah disampaikan secara mendalam.

Dari sisi pedagogis, penggunaan kuis roda putar juga mendukung penerapan pembelajaran berbasis student-centered learning, di mana siswa menjadi pusat aktivitas belajar (Solichah, dkk. 2023). Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi, melainkan fasilitator yang memandu jalannya permainan dan memastikan proses pembelajaran tetap sesuai tujuan. Hal ini sangat relevan diterapkan dalam mata pembelajaran Sosiologi yang menuntut pemahaman konsep secara mendalam. Sehingga adanya media kuis putar ini, guru dapat menyesuaikan pertanyaan berdasarkan tingkat kesulitan maupun topik yang sedang dipelajari.

Penulis: Kadek Widiantini

Mahasiswa Asistensi Mengajar Universitas Pendidikan Ganesha

Refrensi:

Devi, D., Sulistyarini, S., & Salim, I. (2019). Analisis Pelaksanaan Literasi Digital Dalam Proses Pembelajaran Sosiologi Di Kelas Xi Iis Man 1 Pontianak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 8(7), 348-359.

Solichah, M. A., Hartatik, S., & Ghufron, S. (2023). Pemanfaatan media roda putar dalam pembelajaran di sekolah dasar. Wahana Sekolah Dasar, 31(1), 48-60.

 

Di Balik Panggung Sosiodrama: Perjalanan Kami dari Ragu Menjadi Membanggakan

Di Balik Panggung Sosiodrama: Perjalanan Kami dari Ragu Menjadi Membanggakan

Sorot Jendela

Perjalanan kami dimulai dari hari ketika pemeran sosiodrama pertama kali dipilih. Rasanya campur aduk, antara senang, gugup, dan takut tidak mampu memenuhi karakter yang dipercayakan. Latihan perdana berlangsung penuh kericuhan khas awal proses, disertai sesi pengambilan voice over yang membuat teman-teman mencoba hal baru. Tidak mudah menyesuaikan suara dengan karakter, tetapi semua berani mencoba.

Latihan demi latihan berikutnya mulai menunjukkan perubahan. Gerak, mimik wajah, hingga alur emosi dalam setiap adegan perlahan menjadi lebih solid. Teguran dan evaluasi dari pembina tentu terasa membuat kesal, namun kami paham bahwa semua itu untuk membentuk penampilan terbaik.

Latihan, teguran, perbaikan. Siklus itu terus berulang hingga akhirnya kami tampil perdana pada Bulan Bahasa SMA Muhammadiyah 2025. Rasa bangga menyelimuti diri kami masing-masing. Kami berhasil membawakan sosiodrama dengan sepenuh hati, dan lebih harunya lagi, penonton ikut merasakan suasana yang kami tampilkan, hingga banyak yang meneteskan air mata.

Tidak berhenti di sana, penampilan tersebut menarik perhatian banyak pihak sampai akhirnya kami dipercaya untuk tampil kembali pada Milad Muhammadiyah 2025. Pada rangkaian latihan berikutnya, kami semakin terpukau dengan dedikasi guru dan kakak pembina yang dengan penuh perhatian tetap membimbing kami di tengah kesibukan mereka.

Puncaknya, pada penampilan kedua yang juga menjadi penampilan terakhir, kami kembali tampil dengan penuh cinta. Sekali lagi, sosiodrama ini berhasil memikat hati penonton.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ibu bapak guru serta kakak-kakak AM selaku pelatih sosiodrama. Berkat bimbingan, teguran, dan dorongan tanpa henti, kami menemukan keberanian, kemampuan, bahkan bakat terpendam yang sebelumnya tidak kami sadari.

Untuk teman-teman seperjuangan, terima kasih karena telah berani mencoba, bertahan dalam proses, dan memberikan yang terbaik. Maaf jika selama latihan kami sering sulit diatur, terutama soal kedisiplinan waktu.

Semoga doa terbaik selalu menyertai ibu, bapak, kakak pembina, dan seluruh anggota tim sosiodrama, semoga selalu sehat, bahagia, sukses, dan diberkahi rezeki yang melimpah. Aamiin.

Dan ingatlah selalu adik-adik kecil yang manis dan baik hati ini.

We love you to the moon and back. 💗💗💗



Penulis: Aminah (Siswi kelas XI IPS)

Rabu, 03 Desember 2025

Kegiatan Asistensi Mengajar di SMA Muhammadiyah 2 Singaraja

Kegiatan Asistensi Mengajar di SMA Muhammadiyah 2 Singaraja

Ahmad Ferdian

Selama menjalani asistensi mengajar di SMA Muhammadiyah 2 Singaraja, hari-hari saya terasa seperti halaman buku yang pelan-pelan terisi cerita baru. Setiap pagi, saya melangkah masuk lewat gerbang sekolah sambil membawa semangat kadang rapi, kadang berantakan, tapi selalu ada rasa penasaran tentang apa yang akan terjadi hari itu.


(Dokumentasi Pribadi : Pertama kali Ke Sekolah)

Kegiatan saya dimulai dengan mendampingi guru kelas dalam proses belajar mengajar. Biasanya, saya membantu menyiapkan materi, memeriksa apakah semua perangkat pembelajaran sudah siap, dan memastikan siswa punya bahan yang dibutuhkan. Rasanya seperti jadi “asisten sutradara” di ruang kelas dan menata panggung kecil tempat ide dan tanya-jawab berputar.


(Dokumentasi Pribadi : Melakukan pendampingan di kelas)

Saat pelajaran berlangsung, saya ikut mengamati suasana kelas. Ada siswa yang anteng, ada yang kepalanya penuh tanda tanya, dan ada juga yang butuh sedikit dorongan supaya fokus. Di momen seperti itu, saya sering mendekat dan menjelaskan ulang materi dengan cara yang lebih sederhana. Kadang saya pakai contoh sehari-hari supaya mereka lebih cepat nangkap. Melihat wajah mereka berubah dari bingung menjadi mengerti itu rasanya seperti melihat lampu kecil menyala satu per satu.


(Dokumentasi Pribadi : Pertama kali masuk kelas dan menjelaskan materi)

Selain membantu guru, saya juga sempat memandu beberapa kegiatan kecil seperti diskusi kelompok, latihan soal, dan presentasi. Bagian ini jadi favorit saya, karena siswa biasanya lebih aktif dan suasananya lebih hidup. Saya belajar banyak tentang cara menghadapi berbagai karakter: ada yang suka berbicara, ada yang pendiam tapi idenya tajam, dan ada yang butuh sedikit keberanian untuk mulai angkat tangan.


(Dokumentasi Pribadi : Diskusi Kelompok)

Di luar jam pelajaran, saya sering ngobrol santai dengan beberapa siswa. Mereka bercerita tentang tugas, teman, mimpi, sampai soal hobi mereka. Dari percakapan kecil itu, saya makin sadar bahwa mengajar bukan cuma soal menyampaikan materi, tapi juga soal mendengarkan. Sekolah terasa seperti ruang penuh suara dan setiap suara punya cerita.

Pengalaman asistensi mengajar ini mengajarkan saya bagaimana cara berdiri di depan kelas tanpa kaku, bagaimana mengatur ritme kegiatan, dan bagaimana menemukan cara agar siswa tetap terlibat. Ada kalanya saya merasa grogi, ada juga saat-saat saya merasa “wah, ternyata aku bisa juga ya!”. Semuanya membentuk pengalaman yang hangat dan berkesan.

Akhirnya, asistensi ini bukan hanya tentang membantu guru, tapi juga tentang belajar menjadi versi diri yang lebih sabar, lebih peka, dan lebih siap menghadapi dunia pendidikan. SMA Muhammadiyah 2 Singaraja menjadi tempat saya menemukan warna baru dalam perjalanan belajar saya sendiri tempat kecil yang membuka langkah besar di masa depan

 

Penulis : Dema Satria Putra

Mahasiswa Asisensi Mengajar Universitas Pendidikan Ganesha

Selasa, 25 November 2025

Pengalamanku yang Mengasikan Mengajar di Kelas X

Pengalamanku yang Mengasikan Mengajar di Kelas X

Ahmad Ferdian

 


Sebagai calon guru, mengajar merupakan suatu hal penting yang perlu dikuasai guru saat kegiatan berlangsung. Mengajar bukan sekadar proses mentransfer ilmu saja melainkan juga menuntut guru untuk menguasai berbagai teknik pembelajaran. Hal ini diperlukan agar guru mampu menyesuaikan strategi mengajar sesuai dengan beragam tipe belajar dan potensi siswa yang berbeda (Asrivi, dkk. 2024).

Salah satu pengalaman yang sangat berkesan bagi saya adalah saat mengajar kelas X di SMAS Muhammadiyah 2 Singaraja sebagai mahasiswa asistensi mengajar. Setiap pertemuan memberikan saya kesempatan untuk belajar hal-hal baru, baik mengenai dunia pendidikan maupun tentang cara berinteraksi dengan peserta didik secara efektif. Pengalaman tersebut semakin menguatkan motivasi saya untuk mengajar dan mendorong saya untuk memberikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa.

Pada awal pertemuan, memang saya merasa gugup saat harus berdiri di depan kelas untuk pertama kalinya. Meskipun sudah menyiapkan materi dengan baik, tetapi tetap saja ada rasa canggung ketika berhadapan langsung dengan siswa-siswa yang memiliki karakter dan latar belakang berbeda. Namun, setelah beberapa minggu saya mulai menyesuaikan diri dan berusaha membangun komunikasi yang positif. Saya menyadari bahwa kunci utama dalam mengajar bukan hanya penguasaan materi tetapi juga kemampuan menjalin kedekatan dengan siswa agar mereka merasa nyaman dalam proses pembelajaran.

Materi yang saya ajarkan pada saat itu adalah penelitian sosial dalam mata pelajaran Sosiologi. Saya menggunakan berbagai metode dalam pembelajaran seperti diskusi kelas, pemberian contoh-contoh kasus yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, kuis, serta lembar kerja individu maupun kelompok. Aktivitas ini ternyata membuat suasana belajar menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Melalui proses pembelajaran tersebut, saya belajar bahwa siswa akan lebih mudah memahami materi jika guru mampu mengaitkan pelajaran dengan konteks kehidupan mereka. Ketika membahas penelitian sosial, saya mencoba memberikan contoh yang dekat dengan lingkungan sekitar siswa, seperti penelitian tentang perilaku remaja di media sosial atau interaksi sosial di sekolah. Hal ini membuat siswa menjadi lebih antusias dan aktif dalam berdiskusi karena mereka merasa topik yang dibahas relevan dengan pengalaman mereka sendiri.

Untuk pembelajaran lebih lanjut, saya bersama rekan asistensi mengajar dari Program Studi Pendidikan Sosiologi juga membentuk kelompok belajar yang dibimbing secara intensif dalam penyusunan proyek makalah penelitian. Dalam proses bimbingan tersebut, kami berperan aktif membantu siswa mulai dari menentukan topik penelitian, merumuskan masalah, hingga mengumpulkan data dan menyusun makalah. Setiap siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama ketika mereka meneliti hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka sendiri. Saya senang melihat bagaimana rasa ingin tahu siswa berkembang ketika mereka menemukan fakta-fakta baru dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan.

Selain itu, saya juga belajar tentang pentingnya manajemen kelas. Manajemen ini berperan dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan. Saya mulai memahami bahwa setiap siswa memiliki cara berbeda dalam merespons pembelajaran. Ada siswa yang aktif bertanya, dan ada pula yang lebih memilih mendengarkan namun tetap mampu memahami materi dengan baik.

Ketika menghadapi beberapa siswa yang kurang fokus, saya mencoba menerapkan pendekatan yang lebih humanis, seperti menegur dengan halus, memberikan motivasi, dan mengajak mereka terlibat dalam aktivitas kelompok. Pendekatan tersebut terbukti lebih efektif dibandingkan memberikan teguran keras. Dari pengalaman itu, saya menyadari bahwa sebagai seorang guru, kemampuan memahami kondisi emosional dan kebutuhan siswa merupakan bagian penting dalam keberhasilan proses pembelajaran.

Dengan demikian, pengalaman mengajar di kelas X SMAS Muhammadiyah 2 Singaraja telah memberikan saya bekal yang sangat berharga dalam perjalanan menjadi calon guru profesional. Saya belajar bahwa proses belajar-mengajar adalah aktivitas yang dinamis, di mana guru dan siswa saling berinteraksi dan berkembang bersama. Pengalaman ini tidak hanya memperkuat kemampuan pedagogik saya sebagai Asistenssi Mengajar, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta semangat untuk terus belajar dan berinovasi dalam dunia pendidikan.

Penulis: Kadek Widiantini

Mahasiswa Asistensi Mengajar Universitas Pendidikan Ganesha

Refrensi:

Asrivi, Q. E. S., Ulum, M. M., Umami, A. R., & Riani, H. S. (2024). Urgensi Microteaching Terhadap Keterampilan Menjelaskan dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Calon Guru MI/SD. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 8(3), 947-960.

 


Dari kelas ke Lapangan – Kisah Mahasiswa Asistensi Mengajar di SMAS Muhammadiyah 2 Singaraja

Dari kelas ke Lapangan – Kisah Mahasiswa Asistensi Mengajar di SMAS Muhammadiyah 2 Singaraja

Ahmad Ferdian

 

(Dokumentasi pribadi: dari kelas ke lapangan)

Perjalanan ini bermula dari bangku kuliah, tepatnya dari mata kuliah MicroTeaching yang menjadi batu pijakan sebelum saya benar – benar terjun ke dunia sekolah. Dari mata kuliah MicroTeaching mengajarkan lebih dari sekadar teknik berdiri di depan kelas, di sanalah saya belajar menyusun skenario pembelajaran, mengelola ritme belajar siswa, dan merancang evaluasi dan lain sebagainya. MicroTeaching adalah pelatihan awal yangmembekali mahasiswa dengankompetensi dan keterampilan dasarmengajar melalui simulasi dalam skala kecil (Ananda, 2025). Pengalaman praktis yang diperoleh dari MicroTeaching diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, sehingga mahasiswa lebih percaya diri dan terampil saat terjun langsung ke lapangan melalui program PLP (Ananda, 2025). pdiengalaman itu membuat saya percaya diri namun kenyataan di lapangan kemudian mengajarkan bahwa percaya diri saja belum cukup.

Babak Baru di Kelas XI


(Pembelajaran di kelas XI)

        Masuk ke kelas XI SMAS Muhammadiyah 2 Singaraja adalah babak baru. Di kelas, teori harus diubah menjadi bahasa yang mudah dipahami siswa. Kelas XI menurut saya kelas yang aktif dan drama – drama kecil yang mereka buat membuat saya lebih tertantang dan menjadi lebih antusias mengajar mereka. Ketika membahas konsep permasalahan sosial akibat pengelompokan sosial, saya memulai dengan pertanyaan  “Masalah artis dimedia sosial, apakah masuk kedalam permasalahan sosial”. Dari pertanyaan ini diskusi dimulai siswa langsung menjawab ada yang menyatakan “iya” ada yang “tidak”. Disinilah letak kita untuk menanyakan alasan merepa menjawab “iya” dan “tidak”. Setelah siswa menjelaskan alasannya saya memberikan penjelasan ulang mengenai jawabannya. Praktik mengajar sehari-hari mengajarkan saya perlunya fleksibilitas dan pentingnya memberi ruang bagi suara siswa. Suatu kali saat saya mempersiapkan permainan edukatif untuk menjelaskan konsep permasalah sosial dan konflik sosial, membuat modul pembelajaran dan juga s    oal ujian bersama tim teaching kelas XI Sosiologi. 

Pendampingan Akademik

(Pendampingan Penelitian Sosial)

     Selain mengajar, saya juga membimbing beberapa proyek akademik siswa kelas X termasuk pendampingan penulisan makalah penelitian sosial. Saya mengajarkan cara menyusun rumusan masalah, mencari penelitian terdahulu di google scholar, memilih metode pengumpulan data yang sederhana tapi valid (misalnya, observasi dan wawancara singkat), hingga tutorial membuat dokumen Word melalui ponsel bagi mereka yang belum familiar. Saya masih ingat momen saat dua kelompok berhasil menyelesaikan bab 1 mereka tidak lupa mengucapkan “terima kasih, Bu” dari salah satu dari mereka terasa sangat menghangatkan bukan karena saya membantu membuat tugas, tetapi karena saya membantu mereka merasakan proses penelitian itu sendiri. 

Tantangan dan Pembelajaran di Lapangan

Mengajar di lapangan ternyata sangat berbeda dengan simulasi MicroTeaching. Di ruangan simulasi, suasana masih dapat dikendalikan dan skenarionya terprediksi. Namun, ketika berada di depan siswa yang sebenarnya, segala sesuatu menjadi jauh lebih dinamis.

Pengalaman pertama mengajar Sosiologi di kelas XI menjadi babak yang sangat berharga. Saya belajar bagaimana membuat materi pembelajaran lebih dekat dengan kehidupan mereka, bagaimana mengatur kelas yang penuh energi, serta bagaimana menyesuaikan strategi mengajar sesuai kebutuhan peserta didik, seperti halnya kelas XI yang lebih aktif jika dalam pembelajaran terdapat games edukatif.

Selain kegiatan mengajar dan PMR, saya juga terlibat dalam persiapan Olimpiade Sosiologi, bimbingan TKA Sosiologi untuk kelas XII, pelatihan public speaking, hingga proyek pembuatan video konflik sosial untuk kelas XI. Setiap kegiatan menuntut gaya bimbingan yang berbeda dan memperluas cara saya memahami peran pendidik tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mentor, fasilitator, dan pendamping proses tumbuhnya siswa.

Penutup

Walaupun belum menjadi guru sepenuhnya, namun pengalaman ini menjadi ukiran yang menghangatkan hati saya karena setiap senyum, tanya, dan cerita siswa meninggalkan jejak pembelajaran yang tak bisa dibeli dari bangku kuliah.

Menutup kesan pesan ini, saya kembali teringat bahwa perjalanan dari Micro Teaching hingga asistensi mengajar bukanlah garis lurus menuju kesempurnaan. Ia adalah proses berulang yang menuntut kesabaran dan keinginan untuk terus belajar dari buku, guru, dosen, rekan – rekan Asistensi Mengajar dan terutama dari siswa sendiri. Pengalaman di SMAS Muhammadiyah 2 Singaraja menguatkan keyakinan saya bahwa menjadi guru berarti menjadi pembelajar seumur hidup. Seperti ungkapan yang mengebutkan bahwa belajar dan pembelajaran merupakan “lifelong education” yang berarti pendidikan seumur hidup hal ini berlaku pula untuk seorang guru dan dosen sebagai agen perubahan dalam dunia pendidikan. (Apriliyanti,2025) Dan itulah makna paling berharga yang saya bawa pulang bukan hanya soal mengajar, melainkan tumbuh bersama mereka dari kelas ke lapangan.

Penulis: Wika Yosepha

Mahasiswa Asistensi Mengajar Universitas Pendidikan Ganesha

Daftar Pustaka

Ananda, A. D. T., & Sari, F. A. (2025). Pengaruh Efikasi diri dan Mata Kuliah Micro teaching terhadap Persiapan mengikuti Program Pengenalan lapangan Persekolahan (PLP) pada Mahasiswa PIPS FKIP Universitas Riau. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(03), 735-744.

Apriliyanti, I, D. L. (2025). Guru dan Dosen sebagai Agen. Pendidikan berdaya untuk Indonesia Emas 2045 (Paragon projek 3), 125.