Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Oktober 2022

Pembelajaran Berbasis Projek Sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka

Pembelajaran Berbasis Projek Sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka

Ahmad Ferdian

Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah menetapkan Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum baru dalam upaya tranformasi pendidikan ke arah yang lebih baik, Satu hal yang membedakan Kurikulum Merdeka (IKM) dengan Kurikulum 2013 (K-13) yaitu adanya pembelajaran berbasis projek sebagai upaya penguatan profil pelajar pancasila. Projek sebagai salah satu sarana penguatan karakter sekaligus sebagai kesempatan bagi siswa belajar dari lingkungan sekitarnya. Sehingga nantinya akan tumbuh profil pelajar pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong-royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

SMA Muhammadiyah 2 Singaraja saat ini masih menerapkan kurikulum K-13 sebagai kurikulum utama serta menambahkan projek sebagai upaya mandiri belajar untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Projek yang diambil bertemakan gaya hidup berkelanjutan dengan topik utama penanaman hidroponik untuk menghijaukan lingkungan sekitar. Projek ini dilaksanakan setiap minggu dengan alokasi waktu dua jam pelajaran. 


Gambar 1. siswa menyiapkan media tanam.

Pelaksanaan projek ini dibagi menjadi lima tahap yaitu tahap pengenalan, tahap kontekstualisasi, tahap perencanaan, tahap aksi, dan tahap refleksi. Pada tahap pengenalan, siswa diajak mengenali karakteristik dan isu lingkungan sekitar serta pentingnya penghijauan. Pada tahap kontekstualisasi, siswa dikenalkan metode penanaman hidroponik sebagai upaya pelestarian lingkungan. Pada tahap perencanaan, siswa diminta untuk membentuk kelompok dan merencanakan ide pembuatan hidroponik. Selanjutnya di tahap aksi, siswa melakukan pembuatan hidroponik sederhana dari bahan bekas, dan tahap akhir yaitu refleksi serta evaluasi pelaksanaan projek yang telah dilakukan.


Gambar 2. siswa melakukan penyemaian dan hasil hidroponik

Selama pelaksanaan projek, siswa cukup antusias mengikuti kegiatan dari tahap awal hingga tahap akhir, walau banyak kendala yang dihadapi selama proses pelaksanaan, siswa tetap antusias menyelesaikan projek yang telah mereka buat. Banyak siswa berharap projek bisa tetap dilaksanakan dengan tema berbeda sehingga mereka mendapatkan pembelajaran dan pengalaman yang baru. (ferdian)

Rabu, 14 September 2022

SEPIKU DALAM BISING

SEPIKU DALAM BISING

HumasSMKM

Oleh : E d y

Deru ombak pantai SKIP sungguh mengganggu sepiku
Aku tatap kesunyian dalam bising yang merayu

Sepi ini datang dalam diam yang tak berpesan
Tetiba menghentikan bingar yang belum saja bosan

Tak tok tak tok suara palu menghantam sepi diatas sana
Aku kembali bising dalam sepi yang merana

Bising kemarin sedikit beda dengan hari ini
Tak ada suara alunan doa pembuka hati

Sepiku kini hanya jeritan hati dalam bising
Bising yang membuatku semakin pusing

Aku rindu sepi yang bising oleh lantunan doa para santri
Untuk memulai hari yang penuh makna tuk meraih mimpi

Rabu, 03 Agustus 2022

Latihan adalah Kunci Prestasi

Latihan adalah Kunci Prestasi

HumasSMKM
Seperti biasa anak-anak TS PM SMAMUDA RAJA seusai latihan rutin di hari Rabu, mereka nambah latihan lagi usai shalat Ashar hingga pukul 18.00.

Rabu, 20 Juli 2022

TETAP BERLATIH WALAU BELUM ADA "LAWAN"

TETAP BERLATIH WALAU BELUM ADA "LAWAN"

HumasSMKM
Latihan TS PM SMAMUDA RAJA hari Kamis Sore (20/7). Istiqamah itu tetap melakukan tanpa melihat kwalitas dan kwantitas. 

Pokoknya lakukan saja dengan sabar dan terus menerus, insyaaAllah Kwalitas dan kwantitas akan mengikuti. 



Kamis, 14 Juli 2022

AKSI SYAFI ATLIT TSPM SMAMUDA RAJA DALAM BC II NASIONAL 2022

AKSI SYAFI ATLIT TSPM SMAMUDA RAJA DALAM BC II NASIONAL 2022

HumasSMKM


KATEGORI SENI TUNGGAL PUTRA TANGAN KOSONG







 

Selasa, 12 Juli 2022

KOORDINASI PD IPM TERKAIT MILAD IPM 2022

KOORDINASI PD IPM TERKAIT MILAD IPM 2022

HumasSMKM

Dalam rangka memperingati Milad IPM tahun 2022, bertepatan dengan Pembukaan FORTASI SMA Muhammdiyah 2 singaraja, pada hari Senin 18 Juli 2022 akan diadakan Upacara Pembukaan FORTASI dan sekaligus memperingatai Milad IPM 2022. Demikian hasil koordinasi antara PD IPM BULELENG bersama Kepala SMA MUHAMMADIYAH 2 SINGARAJA.



Ketua PD IPM Buleleng dan jajaran saat Koordinasi bersama Kepala SMA Muhammadiyah 2 Singaraja



 

SEJARAH PALANG MERAH REMAJA INDONESIA

SEJARAH PALANG MERAH REMAJA INDONESIA

HumasSMKM

 Sejarah Terbentuknya PMRSMAMUHAMMADIYAH2SINGARAJA.SCH.ID. Palang Merah Remaja atau PMR adalah wadah untuk membina dan mengembangkan para anggota remaja dari Palang Merah Indonesia (PMI). Cabang PMR tersebar di PMI kota atau kabupaten seluruh Indonesia dengan lebih dari lima juta anggota sehingga PMR menjadi salah satu sumber kekuatan PMI dalam melaksanakan berbagai kegiatan kemanusiaan, kesehatan dan siaga bencana, untuk mempromosikan prinsip – prinsip dasar palang merah dan bulan sabit merah dalam skala internasional, juga mengembangkan kapasitas dalam organisasi PMI.

Pembentukan Palang Merah Remaja

Sejarah terbentuknya PMR tidak dapat dilepaskan dari pembentukan PMI itu sendiri. Pemrakarsa pendirian PMI adalah dr. RCL Senduk dan Bahder Djohan pada tahun 1932, yang sepakat untuk membentuk sebuah badan kemanusiaan di bawah pengawasan putra – putra pribumi. Rencana tersebut ditentang oleh pemerintah Kolonial Belanda. Pada saat itu Indonesia belum merdeka, dan sudah ada organisasi palang merah Belanda bernama Nederlands Rode Kruiz Afdeling Indie (Nerkai). Awalnya Nerkai bernama Het Nederland – Indische Rode Kruis (NIRK) didirikan pada 21 Oktober 1873.

PMI baru dapat direalisasikan pendiriannya setelah proklamasi kemerdekaan ketika Buntaran, Menteri Kesehatan menyiapkan pembentukannya. Tanggal 17 September 1945 menjadi saksi pendirian badan kemanusiaan bangsa Indonesia yang lepas dari campur tangan penjajah. Penyerahan aset dari Nerkai ke PMI dilakukan pada 16 Januari 1950 setelah kedaulatan Indonesia diakui oleh Belanda dan sejak saat itu PMI mulai fokus memberikan bantuan kemanusiaan pada rakyat. Setelah itu mulai ada wacana untuk mengenalkan badan kemanusiaan ini kepada remaja, dan mencetuskan ide untuk sejarah terbentuknya PMR.

Ide tersebut diterapkan dengan sejarah terbentuknya PMR yang berada di bawah pembinaan PMI, yang kemudian diterapkan pada beberapa sekolah di Indonesia. PMR dipimpin oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman, sehingga tanggal 1 Maret 1950 menjadi tanggal resmi berdirinya PMR Indonesia. PMR pertama Indonesia berada di Bandung, dan PMR kedua didirikan di Kudus. Ada tiga tingkatan PMR yaitu :

  • PMR Mula untuk sekolah dasar (10-12 tahun) dengan warna slayer hijau muda
  • PMR Madya untuk sekolah menengah pertama (12-15 tahun) dengan warna slayer biru langit.
  • PMR Wira untuk sekolah menengah atas (15-17 tahun) dan slayer berwarna kuning cerah.

Prinsip Dasar PMR

Pada sejarah terbentuknya PMR diperkenalkan 7 Prinsip Dasar Palang Merah Dan Bulan Sabit Merah Internasional yaitu:

  • Kesamaan – Membantu orang yang menderita tanpa membedakan mereka berdasarkan kebangsaan, ras, agama dan lain sebagainya untuk mengurangi penderitaan yang dialami sesuai kebutuhan dengan prioritas pada kondisi yang paling parah.
  • Kenetralan – Gerakan ini tidak memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan mengenai politik, ras, agama atau ideologi.
  • Kemandirian – Gerakan ini sifatnya mandiri, menaati hukum yang berlaku di negara masing – masing tetapi bersifat otonom dan tetap menjaga tindakan sejalan dengan prinsip dasar dari gerakan.
  • Kesukarelaan – Memberi bantuan berdasarkan sukarela tanpa adanya unsur mencari keuntungan dalam bentuk apapun.
  • Kesatuan – Hanya boleh ada satu perhimpunan nasional dalam satu negara dan lambang yang digunakan juga hanya dibolehkan satu saja antara lambang palang merah atau bulan sabit merah.
  • Kesemestaan – Gerakan ini ada di seluruh dunia, memiliki status yang sederajat dengan hak serta tanggung jawab yang sama dalam usaha membantu sesama manusia.

Pelatihan Untuk Anggota PMR

Pelatihan anggota PMR wajib dilakukan sebelum dapat terlibat sepenuhnya dalam setiap kegiatan. Anak – anak yang dilatih dalam PMR kelak akan menjadi kader PMI.  Anggota PMR akan diberikan pelatihan materi pokok berupa Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) dari PMI. Setelah lulus pelatihan tersebut, maka mereka akan diberikan kartu anggota, tanda pengenal dan seragam resmi. Proses pelatihan dilakukan sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan PMI dengan waktu yang menyesuaikan dengan kalender pendidikan, kegiatan tertentu atau waktu – waktu yang telah disetuju bersama antara PMI, pelatih dan anggota PMR. Kebijakan PMI dan federasi mengenai pembinaan remaja yaitu:

  • Remaja adalah prioritas pembinaan baik sebagai anggota ataupun dalam kegiatan kepalang merahan.
  • Remaja memiliki peran penting dalam mengembangkan kegiatan kepalang merahan.
  • Remaja juga berperan penting dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan serta proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI.
  • Remaja merupakan kader yang bersifat relawan
  • Remaja adalah calon pemimpin PMI masa depan.

Materi Pelatihan PMR

Pada awal pelatihan, seluruh anggota akan diberikan informasi materi dan tujuan pelatihan tersebut. Para pelatih dan fasilitator akan mengidentifikasi anggota yang baru bergabung dan anggota yang melanjutkan keanggotaannya. Untuk anggota baru akan mengikuti proses pelatihan sejak awal sedangkan untuk anggota lanjutan akan dijadikan sebagai asisten untuk membantu pemahaman materi rekan – rekannya. Syarat kecakapan PMR dirancang dalam bentuk penghargaan, pengakuan, pemantauan dan juga adanya evaluasi. Beberapa materi pokok pelatihan PMR adalah:

  • Gerakan Palang Merah – Materi palang merah mencakup sejarah, lambang, kegiatan tentang palang merah, dan prinsip – prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional.
  • Kepemimpinan – Materinya mencakup kerjasama, komunikasi, persahabatan, menjadi pendidik bagi rekan sebaya, mendukung dan mencontohkan perilaku hidup sehat.
  • Pertolongan Pertama – Materinya berupa cara menghubungi dokter atau rumah sakit, melakukan pertolongan pertama di sekolah dan rumah juga menolong diri sendiri.
  • Sanitasi dan Kesehatan – Mencakup perawatan keluarga yang sakit di rumah, perilaku hidup sehat, menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
  • Kesehatan Remaja – Pelatihan mengenai Kesehatan reproduksi, NAPZA, HIV/AIDS
  • Siap Siaga Bencana – Mengenai jenis – jenis bencana, cara pencegahan bencana, persiapan diri, teman dan keluarga dalam menghadapi bencana.
  • Donor Darah – Kampanye mengenai donor darah, perekrutan donor darah remaja, persiapan menjadi pendonor, mengadakan kegiatan donor darah pada saat wabah demam berdarah atau pada saat bencana.

Setelah pelatihan, para anggota PMR baru dapat melaksanakan Tri Bhakti PMR yaitu meningkatkan keterampilan masyarakat untuk hidup sehat, berkarya serta berbakti di masyarakat dan mengeratkan persahabatan yang terjalin secara nasional dan internasional. Karena tidak setiap waktu ada kegiatan, maka untuk mengisi waktu senggang PMR biasanya diberikan tugas pengumpulan dana pada bulan PMI, mengunjungi rumah sakit dan panti asuhan.

Disana mereka bertugas memberikan hiburan dengan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan mental pasien agar dapat segera sembuh dari penyakitnya. Selain itu dalam sejarah terbentuknya PMR juga diadakan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kebersamaan para anggota seperti Jumbara (Jumpa Bakti Gembira) yang mirip seperti Jambore Pramuka, diadakan di tiap tingkatan mulai kabupaten, daerah dan nasiona

Jumat, 08 Juli 2022

Team Pencak Silat Tapak Suci SMA Muhammadiyah 2 Singaraja Sabet 3 Perunggu 1 Perak Pada Ajang BC II Nasional.

Team Pencak Silat Tapak Suci SMA Muhammadiyah 2 Singaraja Sabet 3 Perunggu 1 Perak Pada Ajang BC II Nasional.

HumasSMKM

DENPASAR, SMAMUHAMMADIYAH2SINGARAJA.SCH.ID. Setelah selama 3 pekan mempersiapkan diri untuk menghadapi Kompetisi Nasional Pencak Silat yang di helat di Denpasar dari tanggal 5 - 7 Juli 2022, akhirnya hari ini Kamis (7/6) Team TSPM SMAMUDARAJA atau SMA Muhammadiyah 2 Singaraja kembali ke Singaraja dengan membawa 3 perunggu untuk kategori tanding perorangan dan 1 perak untuk ketegori seni tunggal tangan kosong.

Dalam perhelatan BC II 2022 ini,  Kontingen TSPM SMAMUDA RAJA menurunkan 5 atlit yang terdiri dari 5 atlit kategori tarung Prestasi 3 atlit perempuan dan 2 atlit putra. Sementara di kategori Seni hanya menurunkan 1 atlit putra dengan kategori Seni tunggal putra tangan kosong.

Saat melepas kontingen TSPM SMAMUDA RAJA pada Selasa siang (5/6) 2022, Edy Suprayitno selaku Kepala Sekolah memastikan tidak memberikan target atau beban medali atau kemenangan kepada anak-anak didiknya.

" kalian berangkat bertanding anggap saja latihan bersama dengan teman-temanmu sesama pesilat, jangan dijadikan beban namun bersungguh-aungguh dan maksimal, mengenai hasil atau target, gak ada target saat ini, karena ini pengalaman pertama kalian. Semoga Allah berikan bonus kemenangan dari kesungguhan kalian." tuturnya saat melepas team TSPM SMAMUDA RAJA.

Dengan didukung penuh oleh PDM Buleleng melalui transportasi ArmadaMu team akhirnya berangkat menuju Denpasar dan di kawal oleh 2 orang guru SMA Muhammadiyah 2 Singaraja.

Selama mengikuti perhelatan BC II 2022, team TSPM SMAMUDA RAJA diberikan fasilitas akomodasi menginap di bilangan komplek pendidikan Muhammadiyah Batanta yaitu Hotel Edukasi milik SMK Muhammadiyah Denpasar.

Akhirnya hari Kamis ( 7/6 ) 2022 semuanya telah dilalui dan ditunaikan. Dibawah bimbingan dan pelatih mbak Nora dan mbak Fajriyah yang merupakan kader-kader Tapak Suci Putra Muhammadiyah Buleleng (TSPM), atlit Pencak Silat SMA Muhammadiyah 2 Singaraja mendapatkan hasil yang sangat memuaskan dan menggembirakan.

" alhamdulillah saya sungguh tidak menyangka anak-anak dapat melampoi ini semua dengan hasil yang lumayan bagus untuk mereka yang benar-benar pemula." Ucap Fajriyah.

" dan setelah ini kita harus sudah mulai berlatih lagi untuk menghadapi even Bali Terbuka di bulan Agustus tahun ini." Tambah Nora yang juga Ketua PK IMM Buleleng ini.


Sabtu, 02 Juli 2022

HumasSMKM

HISBUL WATHAN
KABILAH SMA MUHAMMADIYAH 2 SINGARAJA





 

HumasSMKM


TAPAK SUCI PUTRA MUHAMMADIYAH
SMA MUHAMMDIYAH 2 SINGARAJA








 

Minggu, 22 Mei 2022

TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

HumasSMKM

 Tapak Suci

Lahirnya Tapak Suci di Kauman sebagai wadah integrasi perguruan pencak serumpun ilmu, membawa atmosfer dan semangat ukhuwah di kalangan pendekar Muhammadiyah. Hal ini mendorong semakin tingginya minat anak muda untuk bergabung dengan Tapak Suci.

Fenomena ini membuat Kyai Achmad Badawi selaku Ketua PP Muhammadiyah menaruh perhatian kepada Tapak Suci. Dengan pengalamannya sebagai ulama senior Kyai Badawi menilai Tapak Suci dapat diharapkan menjadi wahana pembinaan kader Muhammadiyah. Maka perkembangan selanjutnya perguruan ini dijadikan sebagai organisasi otonom Muhammadiyah.

Nama perguruan yang ketika dilahirkan adalah Tapak Suci, kemudian diubah menjadi Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Demikian pula lambang perguruan ditambahi sinar matahari, yang identik dengan Persyarikatan Muhammadiyah.

Bernaung di bawah bendera Muhammadiyah, membawa konsekuensi perguruan ini untuk merumuskan kurikulum ilmu pencak ala Muhammadiyah yang bebas dari syirik serta harus rasional. Tentu mudah saja bagi Pak Barie Irsjad untuk mentaati misi Muhammadiyah, karena beliau memang pendekar asli Kauman yang sejak bayi ideologinya Muhammadiyah.

Apalagi Pak Barie Irsjad memang rasional, beliau sejak awal mengusung jargon ilmu pencak Tapak Suci itu metodis dan dinamis. Sebagai ortom-nya Muhammadiyah, semua kebijakan persyarikatan adalah hal yang wajib ditaati oleh Tapak Suci. Dalam hal keilmuan ragawi pencak tidak boleh mengandung unsur syirik, demikian pula kurikulum ruhani Tapak Suci juga berupa Al Islam dan Kemuhammadiyahan.

Tidak hanya urusan kurikulum pembinaan anggota, tentu saja semua kebijakan Muhammadiyah wajib dirujuk oleh Tapak Suci. Namun demikian hingga perguruan ini berusia 58 tahun belum semua anggota Tapak Suci bisa menerima kenyataan bahwa dirinya adalah bagian dari Muhammadiyah. Menjadi tantangan besar bagi pimpinan Tapak Suci di semua tingkatan untuk dapat mendidik angggotanya agar tidak gemar berselisih dengan kebijakan Muhammadiyah.

Masih ada yang beratraksi kekebalan

Muhammadiyah sangat melarang warganya untuk mendekati praktik syirik dalam bentuk apapun. Memiliki ortom Tapak Suci adalah salah satu strategi Muhammadiyah dalam berdakwah memurnikan aqidah Islam. Kita tentu paham arus besar budaya pencak silat di Indonesia pada zaman dahulu banyak mempraktikkan ilmu-ilmu kebal yang rentan dengan aroma syirik.

Maka sejak awal Tapak Suci mengusung jargon keilmuan pencaknya metodis, dinamis, dan tidak berbau syirik. Ilmu pencak Tapak Suci rasional dan berbasis aktivitas latihan fisik yang terukur. Ketangkasan, kecepatan, dan ketrampilan teknik pencak dipadu kekuatan dan ketahanan fisik yang prima adalah hasil latihan ragawi Tapak Suci.

Maka sangat disayangkan, masih saja ada segelintir anggota Tapak Suci yang gemar dengan atraksi kebal senjata tajam, bahkan rekamannya dipublikasi di youtube. Praktik seperti ini jelas tidak sesuai dengan tujuan beladiri Tapak Suci serta rekomendasi Muhammadiyah. Selain rentan dengan perbuatan syirik, atraksi kekebalan juga mengandung unsur kesombongan yang seharusnya dihindari.

Atraksi pencak Tapak Suci yang benar adalah menampilkan ketangkasan dan ketrampilan jurus serta seni. Untuk menunjang keindahan bisa dipadu dengan iringan alat musik tradisional. Tampilkanlah Tapak Suci sebagai seni beladiri yang rasional, indah, dan bebas dari praktik syirik.

Berselisih dengan tuntunan dari Majelis Tarjih

Setiap menjelang idul fitri dan idul adha selalu dipublikasikan tuntunan ibadah dari Majelis Tarjih Muhammadiyah. Tentu yang paling seru dan klasik ketika terjadi perbedaan dalam penentuan tanggal pelaksanaan sholat ied antara Muhammadiyah dengan pemerintah maupun pihak lain.

Dalam mensikapi hal ini, di usia Tapak Suci yang telah menginjak 58 tahun masih saja ada anggotanya yang terbilang senior kurang yakin dengan metode yang digunakan Muhammadiyah. Barangkali ada 2 sebab bisa karena jarang ngaji, atau silatnya ikut Tapak Suci tapi ngajinya tidak di Muhammadiyah.

Tentu menjadi ironi ketika anggota Tapak Suci sudah sabuk biru bahkan sabuk hitam kok persepsi Al Islam-nya belum selaras dengan Muhammadiyah. Artinya pembinaan ragawinya saja yang sukses wong latihan silat sampai tingkat pendekar, tapi pembinaan ruhani Al Islam dan Kemuhammadiyahan-nya perlu ditinjau lagi.

Tentu praktik selain urusan sholat ied masih banyak, tapi dalam hal sholat ied pasti akan disorot masyarakat jika seorang anggota senior Tapak Suci tidak taat dengan Muhammadiyah. Tapak Suci tidak boleh memandang sepele fenomena seperti ini, ketika gagal menginternalisasi Al Islam dan Kemuhammadiyahan maka bisa jadi juga tidak loyal dengan Tapak Suci.

Harus diakui dan disyukuri bahwa perekat Tapak Suci adalah Muhammadiyah, sudah banyak perguruan pencak silat yang lebih tua dari Tapak Suci mengalami perpecahan lalu bubar atau setidaknya dualisme kepengurusan. Maka jika masih ada anggotanya yang tidak taat dengan Muhammadiyah, bisa menjadi tanda bahaya bagi eksistensi dan kekompakan di tubuh Tapak Suci. Maka semua jajaran pimpinan perguruan harus memastikan bahwa kurikulum pembinaan ruhani Al Islam dan Kemuhammadiyahan wajib dilaksanakan dengan baik. Nuwun.

Yudha Kurniawan, Kader Tapak Suci Bantul