Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Oktober 2025

Rumah

Rumah

Sorot Jendela

Apa itu rumah?.

Mungkin sebagian orang akan menjawab tempat mereka tinggal

Tempat yang berupa bangunan atau semacamnya 

Tapi untukku rumah adalah

Saat dimana aku bisa meluapkan semua perasaan 

Saat dimana ceritaku didengar




Bagiku rumah tidak harus selalu soal bangunan 

Namun rumah itu dapat berbentuk apapun

Baik itu dalam wujud manusia atau yang lainnya 


Rumah.....

Kapan terakhir kali aku merasakan sensasi pulang ke rumah

Rumah dimana aku bisa bahagia

Di mana aku tidak pernah merasa kesepian

Kurasa aku tidak akan pernah merasakan rumah yang ku impikan itu

Selasa, 14 Oktober 2025

Jatuh cinta pada bulan

Jatuh cinta pada bulan

Sorot Jendela


Aku jatuh cinta

pada sosok mu yang tampak menawan 

bukan paras mu yang indah

bukan juga senyum mu yang memukau


tapi sosok mu 

yang selalu menyinari malam

tak peduli betapa gelap dan sunyi nya malam

itu lah yang membuatku jatuh cinta


walaupun aku tau

sosok mu akan menghilangkan

saat fajar menyingsing

dan tergantikan oleh matahari 


memang cahaya matahari

lebih terang dari cahayamu

tapi cahaya matahari

tak selembut cahayamu di malam hari


aku akan tetap mencintaimu

walaupun aku tau kau takkan bisa ku gapai

tetapi aku kan tetap cinta padamu 

kau mungkin abadi

sebagai ciptaan tuhan kesukaanku


Oleh: Dimas (Siswa kelas XII)

Kamis, 25 September 2025

Perjalanan dalam Sunyi

Perjalanan dalam Sunyi

Sorot Jendela


 Mencari sesuatu dengan cara berjalan

Tanpa tahu arah dan tujuan

Bagaikan manusia tidak berpedoman


Siapa yang mengerti tentang suatu kehidupan?

Jika bukan diri sendiri yang menjalaninya

Bagaikan ruangan kosong yang terlihat kegelapanya

Ketika ilmu yang tidak ada pada dirinya


Bak  langit yang hanya terlihat kegelapanya

Saat tak ada cahaya bulan yang memancarkannya

Bagaikan seseorang yang mempunyai keinginan

Tetapi hanya impian


Kehidupan tanpa ilmu

Seperti cahaya redup dan semu

Bagunan gelap tidak berlampu

Seperti harapan yang telah berlalu



Karya: Birra Ikrima