Senin, 09 Januari 2023

Bincang Asik dan Cerdas Bersama Ketua DIKDASMEN PDM Buleleng.

Bincang Asik dan Cerdas Bersama Ketua DIKDASMEN PDM Buleleng.

HumasSMKM
Derit kipas angin di ruangan berukuran 5 x 6 menemani obrolan kami yang sangat asik dan mencerahkan. 

Pak Dody Irianto selaku Ketua Dikdasmen PDM Buleleng menyempatkan diri hari ini, entah kesekian kalinya duduk berbincang ringan bersama saya selaku Kepala SMA Muhammadiyah 2 Singaraja. 

Dengan beralaskan karpet kami lesehan duduk bersila memperbincangkan berbagai hal. Bincang ini adalah bincang kader (ala saya) yang membincangkan beberapa hal terkait loyalitas atau kesetiaan seorang kader atas organisasinya. Kesetiaan adalah kunci dari gerak seorang kader, apapun tugas dan fungsinya. Tanpa kesetiaan atau loyalitas, kerja seorang kader akan tidak maksimal dan akan menghasilkan banyak tuntutan dan keluhan.

Kipas angin masih saja berputar dan tetap menemani obrolan kami yang kini membahas giat ekstra aeromodeling yang sekaligus bliau ampu. Selain sebagai Ketua Dikdasmen beliau juga menjadi Ketua PASI atau Persatuan Aeromodeling Seluruh Indonesia Kabupaten Buleleng. Beruntung SMA Muhammadiyah 2 Singaraja memiliki Ketua Dikdasmen yang juga sebagai Ketua PASI Buleleng, hingga bliau bisa menurunkan ilmu dan ketrampilan bliau dalam bidang Aeromodeling kepada anak-anak kami SMA Muhammadiyah 2 Singaraja.

Sangat menyenangkan perbincangan atau diskusi kami, selain sekaligus melakukan pembinaan kepada kami khususnya saya, perbincangan ini lebih terlihat sebagai perbincangan antar kader walau memiliki tugas dan fungsi berbeda, (antar pembina dan yang dibina) namun suasana yang ada lebih terlihat seperti sharing dan tukar fikiran antar dua orang yang menjadi bagian dari sebuah organisasi.

Tidak terasa hampir 2 jam kami berbincang-bincang, hingga karakteristik berbagai pemimpin bliau paparkan untuk bisa saya jadikan cermin atau gambaran ideal dimanapun kita berkiprah nantinya. 

Suasana diluar halaman sekolah tampak sepi dikarenakan anak-anak masih melaksanakan proses pembelajaran di masing-masing kelas dan kamipun mengakhiri obrolan santai yang sangat asik dan penuh inspirasi. 
Rapat Rindu

Rapat Rindu

fajar007.blogspot.com

Ini bukan sekedar rapat kerja, tapi mengobati kangen diantara guru. Membahas kandungan rapat kerja itu sudah biasa, kalau nggosip lain ceritanya.

3 minggu liburan, merupakan waktu yang lama, full tidak ada obrolan sedikitpun, entah via wa, sms, atau apalah yang tentunya membahas perkembangan sekolah. 

Hari senin kemarin itu, ibarat membuka lembaran baru lagi. Setelah libur lumayan panjang. 

Sebagian guru sudah hadir, meski beberapa belum. Siswa pun begitu, sudah mulai semua masuk. Tidak ada pelajaran, hanya bersih-bersih kelas, menyapu serta merapikannya.

Hawa tahun baru masih terngiang, suasana kantor kerja kami pun dibuat segar. Dengan formasi beda dari sebelumnya. Harapannya berpengaruh dengan semangat kerja untuk jauh lebih baik lagi.

Di hari pertama, guru bersama siswa kami mintai bantuan untuk menggeser meja, kursi yang ada di kantor guru. Semuanya berubah, pemandangan lebih leluasa bisa kita rasakan bersama. 

Setelah semua beres tertata rapi, sejam kemudian Bapak Kepala Sekolah mengumpulkan semua guru yang hadir saat itu untuk koordinasi bersama. Sekedar pembahasan evaluasi tahun lalu seputar pembelajaran, dan impian masa depan untuk kemajuan sekolah, agar visi misi dapat tercapai dengan optimal pastinya. Ini adalah bagian rindu kami dalam diskusi sederhana setelah sekian lama tak bertemu. Syukur rindu telah terobati.

By : Ahmad Fajarisma

Lalapan Bengkel

Lalapan Bengkel

fajar007.blogspot.com

Bagi warga singaraja, mungkin sudah tau, kalau pagi bengkel, malamnya berjajar rombong jualan. Bengkelnya bernama sama jaya, ramai, khusus melayani roda empat. Servisnya telaten, akurat. Pernah 2 kali saya memperbaiki mobil disana.

Suku cadang beberapa mobil tersedia, hingga pelanggan begitu nyaman jika melakukan servis di bengkel sama jaya. Ini gambaran pagi hingga sore pukul 4. 

Lalu sejam kemudian, berkisar pukul 5, para pedagang mulai siap menata rombong jualannya.

Cak ibad, salah satu lalapan yang familiar bagi warga yang pernah mencicipi menu di warung tenda ini. Awalnya saya tidak pernah tahu, kalau ada deretan para pedagan mangkal di depan emperan bengkel ini. Temanlah yang merekomendasi. Penasaran, suatu saat bersama keluarga kami kemari untuk mencoba mampir santap makan disini.

Menunya enak, murah, tempatnya santai, pinggir jalan, bisa sambil makan lirik sana-sini. Yang spesial bagi saya lele bakarnya, istri suka ayam bumbu padang, dan ibu mertua bebek gorengnya. 

Sekali tahu akan rasanya, bisa 3 kali seingat saya mampir di warung ini tiap main ke singaraja bersama keluarga.

Makin malam makin ramai, tak hanya warung cak ibad saja jadi singgahan pembeli, sebelahnya ada juga jual nasgor, sebelahnya lagi tahu tek, sampingnya molen dan onde-onde mini, kanannya terbul plus martabak, sampai yang paling ujung empek-empek. 

3 kali kunjung ke warung tenda ini, saya sudah cicipi semua, kecuali empek-empek, yang entah penasaran rasanya. 

Berwisata kulinerlah agar hidup kita sehat, bergizi, dan bahagia, namun jangan terlalu berlebihan ya. 

By : Ahmad Fajarisma

Minggu, 08 Januari 2023

Semangat Harimau

Semangat Harimau

fajar007.blogspot.com

Tatapan harimau itu tajam, kukunya runcing yang siap digunakan untuk menerkam. Apalagi giginya semuanya taring. 

Saat harimau lapar, incaran yang berada didepannya siap jadi santapan. 

Kita tahu, betapa kuat dan lincahnya harimau, apa yang dia inginkan sangat berambisi untuk didapatkan. 

Kita dapat mengambil pelajaran dari karakter harimau ini, yang kuat, lincah, disiplin, ambisi tinggi, dan semangat pantang menyerah.

Belajar dari sifat harimau ini, mari kita awali hari ini dengan memulai aktifitas penuh semangat, wujudkan cita-cita semaksimal mungkin, pantang menyerah, terus berbenah, dan pastinya istiqomah dalam menjalaninya.

Semoga kita selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT, Aamiin. 

By : Ahmad Fajarisma

Sabtu, 07 Januari 2023

Etek-etek

Etek-etek

fajar007.blogspot.com

Orang menyebutnya lato. Saya sendiri lebih enak bilang etek-etek. Kalaupun otok-otok, kok tidak cocok. Apalagi utuk-utuk, itik-itik, atak-atak.

Mainan ini viral, bisa melupakan bermain gawai sekalipun, saking asyiknya berlato, ada paguyuban lato, atau komunitas bermain lato. 

2 butir bulat, lalu diikat tali, yang panjang, bagian atasnya untuk pegangan, dimainkanlah dengan menggoyangkan ke arah naik turun, jika kedua bola itu saling menyentuh, bunyilah lato-lato. Ups salah etek-etek.

Di sepanjang jalan seririt, berderet orang jualan etek-etek. Penjual menanti keberuntungan jika ada anak-anak yang beli. Bisa satu anak 2 pasang lato sekalipun diborong. Wah sampai segitunya.

Di tempat desa kami, ada jam tertentu yang kadang secara serentak bunyi lato meriah sekali. Sampai anak kedua saya berlari lihat keluar rumah, girangnya bukan main. Sesekali menangis minta ingin dibelikan. Namun tidak saya turuti. Mau gimana lagi masih usia 2 tahun. Bukan malah lihai main, bisa jadi itu 2 biji bulatnya kena jidat anak saya.

Ternyata, permainan lato ini ada yang dilombakan, jika semakin cepat menggoyangkannya, maka itulah juaranya. Ada juga sambil menggerakkan dengan gaya tangannya miring samping kiri maupun kanan, ada-ada sajalah mereka.

Saya pernah mencoba, bermain etek-etek, kalau masih awam, bisa tidak pas, alias meleset bola kecil itu, jadi tak berbunyi etek-etek. Butuh konsentrasi, awalan yang bagus, dan ayunan simetris sehingga menghasil bunyi merdu etek-etek. 

Dari anak-anak, dewasa, bahkan tua gemar juga mainan lato ini. Sampai suatu saat, saya menjumpai sekardus besar isi lato-lato di kantor sekolah tempat bekerja istri. Itulah hasil rampasan siswa-siswinya yang kecanduan bermain etek-etek.

Sungguh lato-lato mengembalikan jaman bagai roda berputar, kembali bermain cara tradisional, meski banyak pun di tengah-tengah perkembangan jaman yang beragam permainan modern ini.

By : Ahmad Fajarisma

Karakteristik Kader Muhammadiyah Militan. (Sebuah Kontemplasi)

Karakteristik Kader Muhammadiyah Militan. (Sebuah Kontemplasi)

HumasSMKM


Membaca tema acara dialogue yang diadakan oleh PWM Bali hari ini ; " Karakteristik Kader Muhammadiyah Militan ", sungguh saya sangat tertarik dan berbagai pemikiran muncul dalam benak saya tentang bagaimana karakter seorang kader Muhammadiyah yang akan dianggap MILITAN.

Memperhatikan tema ini saya akhirnya diajak merenung dan introspeksi, sudahkah diri ini bisa dianggap kader Muhammadiyah yang militan ?, mengingat semua yang bergiat dan beraktifitas di Muhammadiyah baik yang berbayar ( dapat gaji ) maupun mereka yang non berbayar ( Relawan dan simpatisan murni ) menganggap atau merasa dirinya kader Muhammadiyah. Dan bagi mereka yang sedikit agak lama bergiat akan dianggap sebagai kader militan Muhammadiyah.

Kader Muhammadiyah.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kader artinya, mereka yang sedang dipersiapkan oleh sebuah organisasi untuk kelak menjadi pemimpin di organisasi tersebut. Jadi bagi siapa saja yang sedang bergiat dan beraktifitas dalam sebuah organisasi mereka adalah kader dari organisasi tersebut. Namun, pastinya dari beberapa atau banyak kader yang ada, mereka memiliki kwalitas yang berbeda-beda, baik mereka (kader) yang berasal dari AUM yang setiap bulannya di bayar maupun kader yang tidak berasal dari AUM.

Kader Muhammadiyah Militan.

Lalu muncul tagline atau status untuk seorang kader Muhammadiyah yaitu Kader Militan. Atau lebih tepatnya status itu mungkin hanya sebuah harapan, bahwa akan muncul dan lahir dari kader-kader yang berbayar dan non berbayar itu kader-kader militan. Ketika dia pekerja di AUM baik sebagai pegawai, guru dan kepala sekolah, mereka fokus melaksanakan tugas kesehari-hariannya namun tetap memposisikan dirinya sebagai RELAWAN MUHAMMADIYAH atau PENGGERAK MUHAMMADIYAH, sehingga mereka akan tetap bisa DIGERAKAN dan MENGGERAKKAN MUHAMMADIYAH. Pun-ketika mereka sudah menjadi anggota Pimpinan, mereka akan fokus menghabiskan waktu dan fikiran mereka hanya untuk Perserikatan Muhammadiyah bukan masih mendua dengan organisasi lainnya.

Pertanyaannya...apakah harus seperti yang tersampaikan diatas yang merupakan bagian dari "Karakteristik Kader Muhammadiyah Militan"?. Kalau bisa disederhanakan sekaligus mengambil beberapa "maklumat" para senior dan sesepuh Muhammadiyah yang sempat memberikan masehat kepada saya seperti ini.

" Kalau menjadi guru di sekolah Muhammadiyah, jadilah GURU MUHAMMADIYAH, bukan GURU di MUHAMMADIYAH, pun-Pegawai apalagi Kepala Sekolah."

Hehehe...tentu apa yang saya tulis ini hanya perspektif saya belaka dan sangat jauh dari Karakteristik Kader Muhammadiyah Militan yang nanti akan dibahas.

RDM 070123 selepas Subuh.